Dari Sinema ke Aksi Nyata, PKKMB 2026 Universitas Narotama Dorong Mahasiswa Berkarya dan Berdampak
23 September 2026, 16:52:09 Dilihat: 33x
Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Narotama Tahun 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk mengenalkan lingkungan perguruan tinggi kepada mahasiswa baru. Mengusung tema “Sinema, Action, Mahakarya Garda Depan Mengukir Dampak untuk Negeri”, rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong mahasiswa baru berani bergerak, berkarya, berkolaborasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
PKKMB 2026 berlangsung pada 14–17 September 2026 dan diawali dengan rangkaian pra-PKKMB sejak Agustus. Konsep sinema digunakan sebagai benang merah dalam berbagai kegiatan, mulai dari materi pengenalan kampus, publikasi, tugas mahasiswa baru, hingga pertunjukan pada malam puncak.
Kasubdit Kemahasiswaan Universitas Narotama, Ade Chandra Kurnia Purwanto, S.Kom., S.H., M.H., menjelaskan bahwa rangkaian PKKMB telah dimulai sejak 17 Agustus 2026 melalui keikutsertaan mahasiswa baru dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilanjutkan dengan pengarahan pra-technical meeting.
Tahapan berikutnya dilaksanakan melalui technical meeting pada 1 September 2026. Pada tahap tersebut, mahasiswa baru memperoleh penjelasan mengenai rangkaian kegiatan, seragam dan atribut, tugas, pembentukan kelompok, serta mekanisme pendampingan.
Setiap kelompok mahasiswa baru didampingi oleh dua naradamping yang bertugas membantu proses adaptasi sekaligus mendampingi mahasiswa selama rangkaian PKKMB.
“Setiap kelompok mahasiswa baru didampingi oleh dua naradamping. Naradamping bertugas memberikan pendampingan selama kegiatan sekaligus membantu mahasiswa baru mengenal lingkungan dan kehidupan kampus,” jelas Chandra.
Kepanitiaan PKKMB Universitas Narotama 2026 melibatkan unsur pimpinan perguruan tinggi, dosen, dan tenaga kependidikan, serta melibatkan unsur mahasiswa. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan seluruh rangkaian PKKMB, mulai dari tahap persiapan, pendampingan mahasiswa baru, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi.
*“Social Project: Dari Karya Menjadi Dampak”*
Salah satu bagian yang menjadi ciri khas PKKMB 2026 adalah “Social Project”, yang dilaksanakan pada 13 September 2026 di Panti Asuhan Yasin, Kalijudan, Surabaya.
Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan mahasiswa baru dari setiap kelompok, naradamping, panitia, serta unsur Direktorat Kemahasiswaan, Alumni dan Tracer Study. Para mahasiswa memberikan edukasi sekaligus mengajak anak-anak panti yang berada pada jenjang SD hingga SMP untuk membuat batik celup pada tas kanvas.
Tidak berhenti pada proses pembelajaran, hasil karya tersebut kemudian dipasarkan kepada mahasiswa dan dosen Universitas Narotama. 45 tas hasil karya anak-anak panti berhasil dipasarkan.
“Dari hasil karya yang telah dibuat bersama, panitia menjualnya kepada beberapa mahasiswa dan dosen. Hasil penjualannya kemudian dikembalikan kepada anak-anak panti,” terang Chandra.
Menurut Chandra, kegiatan tersebut dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan sosial sesaat. Mahasiswa juga menyediakan peralatan dan bahan yang dapat digunakan kembali oleh anak-anak panti untuk membuat produk serupa.
“Artinya, kita menyiapkan alatnya, kita ajarkan cara pembuatannya, kemudian hasil karya awalnya sudah dijual. Harapannya, kegiatan tersebut dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi bagi anak-anak panti,” ujarnya.
Mahasiswa baru juga berinisiatif mengumpulkan dana secara sukarela untuk mendukung kebutuhan Social Project. Selain edukasi dan praktik keterampilan, mahasiswa memberikan donasi secara sukarela kepada Panti Asuhan Yasin sebagai bentuk kepedulian sosial.
Social Project tersebut sekaligus menjadi salah satu bentuk konkret dari tema PKKMB 2026, khususnya semangat “Mengukir Dampak untuk Negeri”.
*Membawa Semangat “Sinema, Action, Mahakarya”*
Menurut Chandra, unsur “sinema dan action” dalam tema PKKMB menggambarkan mahasiswa baru sebagai generasi yang tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil peran dan bergerak menghasilkan sesuatu.
Sementara konsep “Mahakarya Garda Depan” menggambarkan mahasiswa sebagai generasi yang memiliki ruang untuk menghasilkan karya terbaik, baik melalui prestasi akademik maupun nonakademik, kreativitas, inovasi, kepemimpinan, maupun kontribusi sosial.
Adapun frasa “Mengukir Dampak untuk Negeri” menjadi penegasan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.
“Di awal kita mengenalkan fungsi mahasiswa, salah satunya adalah bagaimana mahasiswa dapat bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan dampak,” kata Chandra.
Semangat tersebut juga diperkuat melalui pengenalan karya tulis ilmiah sebagai bagian dari upaya membangun pola pikir kritis dan inovatif mahasiswa baru.
*Mengenal Kampus dan Kehidupan Perguruan Tinggi*
Kegiatan utama PKKMB berlangsung selama empat hari, 14 - 17 September 2026. Hari pertama diawali dengan laporan Ketua Panitia, sambutan Direktur Kemahasiswaan, Alumni dan Tracer Study, serta pembukaan oleh Rektor Universitas Narotama Associate. Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M., yang dilanjutkan dengan pengukuhan mahasiswa baru.
Mahasiswa kemudian mengikuti berbagai materi yang berkaitan dengan kehidupan perguruan tinggi, teknologi, kenarotamaan, karakter dan integritas, pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, layanan keuangan, serta pengenalan Lembaga Sertifikasi Profesi.
Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah “Balik Layar AI: Memahami Teknologi yang Mengubah Cara Kita Berdampak”, yang memperkenalkan mahasiswa baru pada perkembangan teknologi dan pemanfaatannya dalam kehidupan akademik maupun profesional.
Pada hari kedua, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pengembangan diri dan pola pikir melalui talkshow “Upgrade Mindset dan Upgrade Diri, Siap Tumbuh di Dunia Perkuliahan”. Rangkaian materi juga mencakup pengenalan UPT Bahasa, kerja sama luar negeri, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sistem pendidikan tinggi, serta konsep kampus berdampak.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai layanan kampus, antara lain perpustakaan, admisi dan registrasi, kerja sama dan hubungan masyarakat, layanan kemahasiswaan, hingga program Student Get Student.
Direktorat Kemahasiswaan, Alumni dan Tracer Study turut memperkenalkan berbagai layanan mahasiswa, termasuk organisasi kemahasiswaan, pengembangan mahasiswa berprestasi, beasiswa, layanan konseling, serta persiapan memasuki dunia kerja dan tracer study.
*Mengenal Fakultas dan Program Studi*
Pada 16–17 September 2026, rangkaian PKKMB berlanjut pada tingkat fakultas. Mahasiswa baru mendapatkan pengenalan yang lebih dekat dengan lingkungan akademik masing-masing.
Materi meliputi pengenalan kurikulum, sistem administrasi, muatan lokal sesuai bidang keilmuan, pejabat fakultas dan dosen, fasilitas laboratorium, serta berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan berbagai aktivitas organisasi di tingkat program studi. Kegiatan melibatkan pimpinan fakultas, kepala program studi, kepala tata usaha, mahasiswa, alumni, mitra, serta kolega perguruan tinggi, termasuk mitra dari Malaysia.
Pada hari keempat, mahasiswa baru juga memperoleh pengenalan organisasi mahasiswa tingkat universitas yang terdiri atas BEM Universitas dan UKM.
Pelaksanaan PKKMB turut mendapatkan dukungan dari mitra. Kalbe melalui produk Promag memberikan dukungan berupa goodie bag serta fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Layanan kesehatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa baru, panitia, tenaga kependidikan, maupun dosen pada 16–17 September 2026. Dukungan lainnya juga diberikan oleh Naava Green melalui produk yang menjadi bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Setelah melalui rangkaian pra-PKKMB, pendampingan, penyelesaian tugas, serta latihan, mahasiswa baru menampilkan hasil kreativitas mereka dalam “Eksebisi Narotama” pada Kamis, 17 September 2026, pukul 18.30 WIB di Plaza Gedung E dan F Universitas Narotama.
Masing-masing kelompok menampilkan karya berupa drama musikal dan tari. Panitia PKKMB juga turut mempersembahkan pertunjukan drama musikal dan tari sebagai bagian dari konsep “Mahakarya”.
Malam puncak tersebut kemudian dilanjutkan dengan awarding bagi mahasiswa dan kelompok dalam sejumlah kategori, antara lain Post Test Tertinggi, Penggawa/Kelompok Paling Bersinar, Kelompok Berdampak, Kelompok Paling Kompak, serta Kelompok Totalitas terhadap Video.
Kategori Kelompok Berdampak berkaitan dengan keterlibatan mahasiswa dalam Social Project. Sementara kategori video berkaitan dengan tugas edukasi mengenai 4 Anti, yakni anti kekerasan, perundungan (bullying), intoleransi, dan anti korupsi.
*Antusiasme Mahasiswa hingga Hari Terakhir*
Chandra menilai mahasiswa baru menunjukkan antusiasme sejak tahap pra-PKKMB hingga berakhirnya kegiatan utama.
Antusiasme tersebut terlihat dari keterlibatan mahasiswa dalam pertemuan pendampingan, persiapan tugas dan atribut, latihan Eksebisi Narotama, hingga Social Project.
“Dari awal sampai hari terakhir sangat antusias. Bahkan sebelum kegiatan PKKMB terlaksana, pada kegiatan pra-PKKMB mereka sudah antusias mengikuti pertemuan, pendampingan, latihan, serta menyiapkan tugas dan atribut,” ungkap Chandra.
Menurutnya, proses tersebut menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan perguruan tinggi, baik di tingkat universitas maupun fakultas.
*Menjadi Garda Depan yang Berkarya dan Berdampak*
Menutup rangkaian PKKMB 2026, Chandra berharap mahasiswa baru Universitas Narotama tidak hanya mampu beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga berkembang menjadi pribadi yang kritis, berani, berintegritas, inovatif, dan mampu berkolaborasi.
Mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan berbagai program bersama dosen dan sivitas akademika sehingga menghasilkan karya sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Harapan kami mahasiswa baru memiliki prestasi di bidang akademik maupun nonakademik. Kami juga berharap mereka menjadi mahasiswa yang utuh, berpikir kritis, berani, memiliki integritas dan inovasi, serta mampu membuat program-program yang berkolaborasi dengan dosen dan berdampak kepada masyarakat,” tuturnya.
Semangat sinema juga diterapkan secara konsisten dalam komunikasi dan publikasi PKKMB, mulai dari desain media sosial, website, pengenalan panitia, hingga tugas mahasiswa baru.
Dengan demikian, PKKMB 2026 menjadi bagian awal perjalanan mahasiswa Universitas Narotama untuk mengenal kehidupan perguruan tinggi sekaligus membangun karakter sebagai insan akademik yang mampu berinovasi, berintegritas, berkolaborasi, berkarya, dan memberikan dampak bagi masyarakat serta negeri.
Chandra turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan PKKMB 2026, mulai dari pimpinan Universitas Narotama, jajaran Rektor, Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, Unit Kerja, Panitia unsur Mahasiswa, hingga mitra pendukung seperti Kalbe melalui Promag dan Naava Green.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan PKKMB yang tidak hanya mengenalkan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga membuka ruang bagi mereka untuk mulai mengambil peran sebagai garda depan yang berkarya dan memberikan dampak.